KELUARGA BERMARTABAT

MENGGAGAS KELUARGA BERMARTABAT DI KOTA SATELIT

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan anggota keluarga yang mempunyai keterikatan aturan dan emosional dan tinggal di suatu tempat dalam satu atap dengan saling bergantung. Didalam keluarga ada ayah, ibu, dan anak, atau ayah dan ibu bisa juga ayah dan anak atau ibu dan anak. Dalam keluarga diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi.

Keluarga merupakan pintu pertama dan utama dalam menelusuri kehidupan di dunia ini. Dari keluarga ini,  kita pertama mengenal nilai dan norma sosial,  mengenal baik dan buruk, mengenal tatacara bertutur kata dan bertingkah laku. Dari keluarga juga "material" pembentukan kualitas generasi dimulai dan utama. Seorang bayi tumbuh sehat berawal dari keluarga yang memperhatikan asupan gizi sesuai kebutuhan baik ketika masih dalam kandungan maupun setelah lahir, bahkan sebelum benih itu disemai.

Menyadari begitu strategisnya keluarga dalam menyiapkan generasi dan menciptakan Sumber Daya Manusia yg unggul, pemangku kepentingan di Samigaluh mendorong terciptanya "keluarga bermartabat". Artinya keluarga berpegang teguh pada norma dan nilai Sosial dan taat Menjalankan ibadah agamanya serta Sehat secara jasmani dan cerdas. Ciri keluarga bermartabat adalah: 1. Tidak memiliki bayi stunting, 2. Tidak memiliki anak usia sekolah yg tidak bersekolah/semua anak usia sekolah menempuh pendidikan formal,  3. Tidak menikah dini,  4. Tidak hamil diluar nikah, 5. Dalam ikatan perkawinan yang syah secara agama dan tercatat secara administrasi pemerintahan,  6. Memiliki ruang/tempat ibadah, 7. tidak Menjual ataupun mengkonsumsi miras, 8. Tidak terlibat narkoba.

Ke delapan inilah yang saat ini sedang dan akan terus diperjuangkan oleh lintas sektor yang ada disamigaluh. Perbaikan terhadap delapan indikator ini diharapkan mampu menjadi daya ungkit bagi peningkatan SDM yg ada di samigaluh. SDM yg unggul sangat diperlukan guna menghadapi Akselerasi pengembangan kawasan guna menghadapi samigaluh sebagai penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur.  Kekuatan SDM diharapkan mampu menciptakan peluang dan ruang ruang kreasi yang tidak bertentangan dengan nilai dan norma luhur Sosial dan Agama.

Geliat perkembangan seputar Samigaluh sudah mulai dirasakan dengan munculnya Berbaga obyek pariwisata baik yang diinisiasi oleh masyarakat secara mandiri maupun atas intervensi pemerintah, meskipun sebagian besar masih bertumpu pada pemandangan alam samigaluh yg mempesona, Namun sudah mampu memunculkan daya dukung Wisata yang lain, seperti munculnya warung warung kopi & teh yg dikemas secara apik & khas Samigaluh. Sentuhan budaya dan tradisional membuat nyaman utk menikmati kopi & teh yg mampu merefresh kebugaran pikiran dan tubuh.  Disamping itu tangan tangan trampil warga samigaluh, terus bergerak membuat berbagai kerajinan yg bisa dijadikan souvenir khas samigaluh, seperti Jam kayu,  kacamata kayu, biola, tas kulit, tas berbahan tali Kur , batik ecoprint batik geblek renteng,  dsb. Rempah rempah dan jejamuan yg dikemas secara apik menjadi daya dukung wisata d samigaluh. Kesenian & budaya tradisional yang tumbuh subur Seperti ketoprak, tari lengger tapeng,  pedalangan, merti desa,  baritan,  juga menjadi daya dukung pariwisata.

Berbagai potensi disamigaluh, akam mampu menarik para Wisatawan baik domestik maupun mancanegara secara berbondong bondong ketika akses bedah menoreh dari Bandara Internasional Yogyakarta di Temon Kulon Progo sampai Borobudur Magelang dibuka dan juga aktifitas diwilayah otorita Borobudur dimulai.

Samigaluh akan menghadapi dinamika perubahan yang cepat,  sehingga pengelolaan potensi tidak bisa dilakukan secara "rutinitas" tetapi harus selalu dinamis dan inovatif, mengiringi arus gelombang perubahan. Untuk menghadapi hal tersebut perlu SDM yang unggul baik dari kecerdaaan intelektualnya maupun kecerdasan emosionalnya bahkan kecerdasan spritualnya. Untuk menyiapkan SDM tersebut harus melalui Keluarga yang "bermartabat".