Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Panewu Samigaluh Hadiri Saparan di Padukuhan Keweron Sidoharjo

Admin Web OPD
Berita
10 Agustus 2026 09:39:15

Image Berita


Samigaluh News, 9 Agustus 2026, Panewu Samigaluh, Senija, S.IP., M.Si., menghadiri acara adat Saparan yang diselenggarakan di Padukuhan Keweron, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan Saparan diawali dengan bersih dusun, dilanjutkan dengan pentas seni jathilan, dan ditutup dengan pementasan wayang kulit sebagai puncak acara. Pementasan wayang kulit menghadirkan dalang Ki Andri Wisnu Saputra dengan lakon Wahyu Cakraningrat. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD DIY Lilik Saiful Ahmad, S.P., M.M., Lurah Sidoharjo beserta pamong kalurahan, Dukuh Keweron, Dukuh Sulur, Dukuh Madigondo, mahasiswa KKN UGM, serta masyarakat Padukuhan Keweron dan sekitarnya. 

Dalam sambutannya, Panewu Samigaluh menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan tradisi Saparan yang tidak hanya menjadi bagian dari upaya melestarikan adat dan budaya masyarakat, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat. Panewu juga mengapresiasi capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kalurahan Sidoharjo yang telah mencapai sekitar 90 persen. Dengan capaian tersebut, diharapkan dalam waktu dekat target pelunasan PBB-P2 Kalurahan Sidoharjo dapat segera tercapai.

Lebih lanjut, Panewu mengajak masyarakat menjadikan momentum Saparan sebagai sarana untuk memperkuat semangat merti bumi, merti kali, dan merti tradisi. “Merti bumi” diwujudkan melalui kepedulian dalam merawat lingkungan, antara lain dengan pengelolaan sampah dan mengurangi pencemaran lingkungan. Sementara “merti kali” dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sungai serta melakukan pemeliharaan dan konservasi sumber-sumber mata air. Adapun “merti tradisi” dapat diwujudkan dengan terus nguri-uri kesenian dan tradisi budaya yang sesuai dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Pelestarian kesenian tradisional seperti jathilan dan wayang kulit diharapkan dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran, khususnya pada musim kemarau. Kebiasaan membakar sampah berupa dedaunan kering di sekitar lahan masyarakat perlu dihindari karena dapat memicu terjadinya kebakaran dan membahayakan lingkungan sekitar.

Pelaksanaan Saparan di Padukuhan Keweron terselenggara berkat swadaya masyarakat serta dukungan program dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi dan budaya lokal. 

 

 

Source: Kapanewon Samigaluh

WhatsApp Chat