SAMIGALUH. Sekretaris Kecamatan Samigaluh Nasip, SE, menjadi Inspektur Upacara pada upacara bendera 17 Februari 2015. Upacara bendera dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Samigaluh. Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Kasi Trantib Kecamatan Samigaluh, Muhadi, SE. Sementara itu Pasukan Pengibar Bendera adalah pegawai Kantor Kecamatan Samigaluh.
Dalam amanatnya, Sekretaris Kecamatan Samigaluh membacakan sambutan dari Bupati Kolon Progo. dr. H. Hasto Wardoyo, Sp. Og(K). Dalam sambutannya Bupati Kulon Progo menyampaikan bahwa bulan Februari ini telah ditetapkan sebagai Bulan Peduli Sampah dan tanggal 21 Februari ditetapkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional dipicu oleh terjadinya tragedi longsor sampah di Leuwigajah, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005. Penyebab longsor tersebut, diduga karena curah hujan yang sangat tinggi serta ledakan gas metana yang terperangkap dalam timbunan sampah. Longsoran gunungan sampah tersebut menelan lebih dari 150 jiwa yang kemudian dinyatakan sebagai bencana lingkungan. Mayoritas korban adalah penduduk di sekitar TPA yang bekerja sebagai pemulung.Dengan mengingat tragedi ini, Bapak Bupati berharap kita bersama mensikapi jangan sampai ada bencana yang disebabkan oleh sampah.
Untuk mendukung pencanangan bulan Februari sebagai bulan peduli sampah di DIY maka sesuai Surat Edaran dari Pemda DIY agar melaksanakan kebersihan setiap hari di lingkungannya masing-masing baik Lembaga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah dan seluruh masyarakat DIY, kerja bakti kebersihan lingkungan untuk Lembaga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah setiap hari Jumat dan untuk masyarakat di lingkungan RT setiap hari Sabtu-Minggu, sosialisasi dan Edukasi Publik di Jalan Raya minimal sekali dalam seminggu, dan operasi sampah liar minimal sekali dalam seminggu.
Sementara itu, Bulan Peduli Sampah di Kabupaten Kulon Progo pada tanggal 14 Februari 2015 yang lalu telah di lakukan Deklarasi Gerakan Peduli Sampah oleh berbagai elemen masyarakat dan pelajar di Alun-alun Wates.
Pengelolaan sampah di Kabupaten Kulon Progo terutama di Kota Wates dan sekitarnya terus dilakukan. Namun demikian menumbuhkan kesadaran terhadap peduli sampah dengan budaya 3R (Reuse, Reduce, Recycle) adalah sangat penting. Diawali dengan mereduksi sampah secara mandiri yang dimulai dari rumah tangga. Dengan peran aktif masyarakat yang mampu mereduksi dan mendaur ulang sampah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, maka volume sampah akan menurun. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga telah memberdayakan masyarakat dengan menggerakkan petugas dan keluarga prasejahtera dalam memilah sampah, terutama sampah plastik. Sehingga tidak ada lagi sampah plastik yang masuk TPA di Banyuroto, Nanggulan.
Bapak Bupati berharap masyarakat peduli terhadap sampah yang bertujuan agar tercipta lingkungan bersih dan sehat. Tujuan utamanya adalah menciptakan masyarakat yang sehat agar kualitas sumber daya manusianya juga bagus. Kesehatan masyarakat sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Dengan lingkungan yang bersih, kesehatan juga akan tercapai. Jika masyarakatnya sehat, pasti kualitas sumber dayanya juga meningkat.
Upacara Bendera bulan Februari kali ini diikuti oleh Seluruh Kepala Desa se Kecamatan Samigaluh, Polsek Samigaluh dan perwakilan PNS dari Instansi-Instansi yang berada di wilayah Kecamatan Samigaluh.